Bercamping di Pantai Siung Part II

Posted: October 12, 2012 in 31 Hari MCS Menulis, Yogyakarta
Tags: , ,

(Sebelumnya…) Setelah puas akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju ke pantai siung dengan keadaan gelap. Maklum disi, di Gunung Kidul, penerangan lampu jalanan tidak aja, otomatis kami hanya bergantung pada lampu mobil. Ketika sampai di pantai drinipun sangat gelap sehingga salah satu penerangan yang kami miliki adalah lampu senter yang sudah disediakan rekan adi. Rekan saya yang sudah pengalaman dalam hal senter menyenter dan banyak pengalaman dalam bertualang termasuk juga dalam hal  bertualang cinta hahahaha😀. Setelah turun dari mobil kami bergegas menurunkan semua perlengkapan, dengan sigap Adi dan PT memeriksa kondisi di sekitar, dan memilih tempat yang tepat untuk mendirikan tenda, serta meminta ijin ke warga yang mungkin masih tersisa disini. Kebetulan masih ada satu warung yang masi buka, namun sudah akan tutup tetapi kami sempat membeli nasi putih untuk makan malam.

Akhir sebuah Pendakian

Indahnya pantai siung

Tempat sudah dipilih dan akhirnya mulailah mendirikan tenda disini dibagi tugas yaitu Para wanita memasak dan para pria mendirikan tenda. Dalam mendirikan tenda kami hanya diterangi lampu senter.  Setelah tugas kami para peria selesai dalam mendirikan tenda, kami berlanjut melihat hasil masakan para wanita. Masakan sederhana siap tersaji yaitu mi instan dan nugget telah siap untuk disantap, akhirnya kami melanjutkan dengan makan malam bersana, walaupun sederhana tetapi kebersamaan dan rasa lapar membuat masakan yang sederhana menjadi sedap untuk disantap.

Selepas menyantap hidangan makan malam akhirnya kami lanjutkan dengan acara selanjutnya yaitu membuat api unggun, leo,adi dan PT berkeliling mencari kayu bakar untuk  membuat api unggun. Setelah kayu bakar terkumpul mulailah kami membakar kayu tersebut, api unggun ini setidaknya menghangatkan malam kami saat itu. Sembari api masi menyala saya dan adi sempat mengabadikan moment tersebut, Leo seperti biasa segera mengambil gitar dan memainkan beberapa lagu. Malam itu sungguh menjadi moment yang takkan terlupakan. Setelah api mulai padam dan malam sudah semakin larut akhirnya kami menutup malam itu dan mulai masuk ke tenda untuk memejamkan mata sembari berharap besok mendapatkan gambar sunrise di pantai siung.

Sekitar pukul 5.30 pagi, saya dibangunkan oleh suara teriakan adi yang menawarkan kopi. Akhirnya saya segera bergegas untuk menikmati kopi pagi dip anta. Hemm… sungguh suasana yang berbeda kopi pagi di pinggir pantai. Setelah puas menikmati kopi pagi mulailah kami bergegas untuk pemburuan sunrise, karena matahari pagi tidak terlihat dari bawah, akhirnya kami berburu sunrise hingga menaiki bukit yang berada disekitar pantai. Kamipun mulai berangkat untuk menaiki bukit siung. Dengan harapan yang besar mendapatkan gambar yang memuaskan akhirnya setapk demi setapak bukit siung ini kami naiki, sambil bercanda, dan sedikit celetukan yang membuat kami tertawa akhirnya kami berhasil sampai kepuncak. Tidak sia-sia perjuangan kami, akhirnya matahari pagi di siung dapat kami abadikan, walaupun tidak terlalu lama untuk menikmati sunrise ini.

Setelah puas berfoto dengan sunrise, dan sedikit kegilaan dengan berfoto-foto ala foto model, dan kebetulan juga ada bule yang menjadi objek foto. Akhirnya kami mulai menuruni bukit dan menuju ke tenda. Sebelumnya kami sempat berfoto bareng dengan view yang indah yaitu pantai siung dari atas bukit. Sesampai kami di tenda, beberapa teman berinisiatif untuk mandi di pantai. Nah disinilah terjadi tragedi kecil dimana membuktikan bahayanya gelombang air laut di pantai siung.  Saat itu kkk ummu, rose,adi,PT, dan Leo memutuskan untuk mandi. Karena kurang puas mandi di pinggir akhirnya mereka masuk lebih jauh kedalam pantai, sedangkan saya kjarena tidak terlalu suka mandi di pantai hanya duduk di pinggir pantai sambil bermain gitar dan menyanyikan beberapa lagu. Tampak dikejauhan mereka suda jauh kedalam, namun disinilah hal tak terduga datang, ombak besar tiba-tiba datang dan menghempaskan kkk ummu dan rose, mereka terjatuh dan tergulung ombak, karang yang tajam membuat kkk ummu dan rose terluka, terutama kkk ummu yang tampak parah, saya terkejut dan berhenti memainkan gitar dan berusaha mendekati mereka yang telah di bopong oleh adi. Untungnya tidak terlalu parah hanya  luka-luka yang lumayan banyak disekujur badan mbah ummu dan rose, adi yang selalu membawa P3K segera mengeluarkan obat dan perban untuk member pertolongan kepada kkk ummu dan rose.  Sungguh kejadian yang sedikit mengerikan.

Selepas mandi dengan air tawar akhirnya kami mulai bergegas melepas tenda dan kembali mengepak barang kedalam tas masing-masing. Setelah semua beres dan barang sudah dimasukkan kedalam mobil, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke Jogjakarta. Walaupun capek melanda kami tapi saya pribadi sangat menikmati perjalanan ini. Suatu pengalaman yang menambah daftar tempat camping di Jogjakarta, dan memberikan saya sebuah pengalaman baru yang tak terlupakan. (Selesai)

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s